Pages

Selasa, 22 Juni 2010

SISTEM OPERASI BLANKON

BlankOn Linux adalah distribusi Linux berbasis Ubuntu yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia (Ubuntu-id.org).

Tujuan pengembangan distro Linux BlankOn adalah menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia, khususnya untuk dunia pendidikan, perkantoran, dan pemerintahan. BlankOn 2.0 mendukung multimedia seperti mp3, vcd, dan dvd, serta memiliki thema atau tampilan grafis yang khas Indonesia. Pengembangan BlankOn akan terus dilakukan secara terbuka dalam forum publik. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rilis BlankOn satu hingga dua kali setahun.

MAKALAH BLANKON
PENDAHULUAN
SEJARAH
RILIS
REVOLUSI BLANKON
PENJELASAN LISTING BLANKON

Minggu, 20 Juni 2010

MANAJEMEN FILE

Persistence merupakan informasi dapat bertahan meski proses yang membangkitkannya berakhir atau meskipun catu daya dihilangkan. Dengan properti ini maka file dapat di gunakan untuk menjaga hasil-hasil yang diperoleh dari suatu proses dapat di gunakan dimasa datang.

Sharability adalah yang dapat digunakan banyak proses mengakses informasi secara kongkuren.

Size adalah merupakan file umumnya berukuran besar. Memungkinkan informasi yang sangat besar disimpan.

File pile (Pile File) merupakan struktur dasar dan tak berstruktur. Struktur ini memberikan fleksibilitas penuh. Struktur ini menggunakan ruang penyimpanan dengan baik saat data berukuran dan berstruktur beragam. Struktur ini sangat jelek untuk pencarian rekord tertentu. Berbagai penggunaan dari file pile, diantaranya :
  • File-file sistem
  • File log ( mencatat kegiatan )
  • File-file penelitian / medis
  • Config.sys

File Sekuen (Sequential File) adalah sekumpulan rekam yang disimpan dalam media penyimpanan sekunder komputer yang dapat diakser secara berurutan mulai dari rekam pertama sampai rekam terakhir , rekam per rekam secara searah.

File Sekuen Berindeks (Indexed-Sequntial File) Organisasi Berkas ini mirip dengan Organisasi Berkas Sekuensial dimana setiap rekaman disusun secara beruntun di dalam file, hanya saja ada tambahan indeks yang digunakan untuk mencatat posisi atau alamat dari suatu kunci rekaman di dalam file

File Berindeks Majemuk (Multipe-Indexed File)
Yaitu file dimana pada saat dilakukan pembaruan dilakukan terhadap file utama bukan file overflow. Karena record dicari lewat indeks, maka indeks harus dinamis. Begitu terjadi pembaruan ( insert, update, delete ), maka indeks –indeks diperbarui mengikuti perubahan di file utama.

File ber-Hash (Hashed File) adalah Metode penempatan dan pencarian yang memanfaatkan metode Hash disebut hashing atau ‘Hash addressing’ dan fungsi yang digunakan disebut fungsi hashing / fungsi Hash. Fungsi hashing atau fungsi Hash inilah yang dapat menjadi salah satu alternatif dalam menyimpan atau mengorganisasi File dengan metode akses langsung. Fungsi Hash berupaya menciptakan “fingerprint” dari berbagai data masukan. Fungsi Hash akan mengganti atau mentransposekan data tersebut untuk menciptakan fingerprint, yang biasa disebut Hashvalue (nilai Hash).

File Multiring (Multiring File) merupakan metode pengorganisasian file yang berorientasi pada pemrosesan subset dari record secara efisien. Subset tersebut digambarkan sebagai grup dari beberapa record yang terdiri dari nilai atribut yang biasa. Contohnya “Semua pekerja yang berbicara bahasa Perancis”.

Reguler File merupakan jenis file yang mengandung informasi user.

Directoty merupakan suatu file yang berisi daftar nama file dan direktory pada suatu direktori. Direktori menyimpan informasi : nama file, pada blok-blok, sektor dan track mana file tersebut disimpan pada disk serta attribut kepemilikan direktori. Direktori merupakan suatu bentuk file yang berstruktur yang terdiri dari field dan record.
Ada dua jenis hierarki direktori yang umum digunakan, yaitu :
  • Tipe direktori memuat nama, atribut berkas dan alamat disk.
  • Direktori dimana berkas ditunjuk oleh pointer.

Spesial file adalah File yang berhubungan dengan peralatan I/O dan memodelkan peralatan serial, seperti Terminal, Printer, NIC.

Absolute pathname adalah nama jalur dari direktori root ke file, dimulai dari direktori root dan akan bernilai unik.

Relative Parhname adalah jalur relative terhadap direktori kerja/saat itu (working directory atau current directory).

Current Directory (Working Directory)
Jalur Relatif terhadap directori kerja disaat yang sama.

Sequensial Access Device adalah dapat membaca seluruh byte/record dalam suatu file, mulai dari awal, tidak boleh melompat atau keluar dari urutannya. Cocok untuk file yang disimpan pada media Magnetic Tape.

Random Access Device adalah bisa membaca byte/record untuk berbagai macam urutan pengaksesan. Cocok untuk file yang disimpan pada media Disk. Jenis ini lebih sesuai untuk berbagai aplikasi, seperti sistem database airport.



Minggu, 13 Juni 2010

Sistem Penyimpanan Disk

Struktur Disk
Disk drive dialamatkan pada array 1 dimensi dalam bentuk blok logik, dimana blok logik merupakan unit transfer terkecil.
Array 1 dimensi dalam blok logik dipetakan ke dalam sektor pada sekuensial disk.
Sector 0 adalah sector pertama pada track pertama dari bagian luar silinder.
Pemetaan diproses melalui track, kemudian bergerak dari track terluar silinder ke track terdalam.

Penjadwalan Disk
Sistem operasi bertanggung jawab dalam hal efisiensi hardware – untuk disk drive berarti dalam hal kecepatan akses dan bandwith disk.
Waktu akses secara umum terbagi ke dalam:
  • Seek time yaitu waktu disk untuk menggerakkan head ke silinder untuk mencapai sektor yang diinginkan.
  • Rotational latency waktu tunggu disk untuk berputar mengelilingi sektor ke head disk.
Manajemen Disk
  • Low-level formatting, or physical formatting — Membagi disk ke dalam sektor dimana disk controller dapat membaca dan menulis.
  • Untuk menggunakan file yang disimpan pada disk, sistem operasi membutuhkan record dari struktur data yang ada pada disk.
- Partisi disk ke dalam satu atau lebih kelompok silinder.
- Logical formatting atau buat suatu sistem.
  • Boot block Menginisialisasi Sistem
- Bbootstrap disimpan di ROM.
- Program Bootstrap loader.
  • Metode sector sparing digunakan untuk menangani blok yang rusak.
Manajemen Swap-Space
  • Swap-space — Virtual menggunakan disk space sebagai perpanjangan (atau space tambahan) dari memori utama.
  • Swap-space berusaha agar file sistem secara normal dapat dipisahkan dalam partisi disk.
Reliability
  • Disk drive lebih reliable daripada removable disk atau tape drive.
  • Optical cartridge lebih reliable daripada magnetik disk atau tape.
  • Head crash pada fixed hard disk secara umum merusak data,A head crash in a fixed hard disk generally destroys the data, sedangkan kegagalan tape drive atau optical disk drive sering meninggalkan data data cartridge tanpa cacat.

MANAJEMEN I/O

Prinsip Software I/O
Ide Dasar : mengorganisasikan software dalam beberapa layer dimana level bawah menyembunyikan akses/kepelikan hardware untuk level diatasnya. Level atas membuat interface yang baik ke user.

Tujuan Software I/O
  • Konsep dalam desain software I/O
  • Penamaan yang seragam/Uniform Naming. Contoh : seluruh disks dapat dibuat dengan hirarki sistem file (menggunakan NPS)
  • Penanganan kesalahan/Error Handling. Contoh : pertama controller, device driver, dst. Dan jika tidak bisa ditangani beri pesan
  • Synchronous (blocking) vs Asynchronous (Interrupt Driver) transfer
  • Sharable vs Dedicated Device. Contoh : disk untuk sharable dan printer untuk dedicated

Interrupt Handler
Interrupt harus disembunyikan agar tidak terlihat rutin berikutnya. Device driver di blok saat perintah I/O diberikan dan menunggu interupsi. Ketika interupsi terjadi, prosedur penanganan interupsi bekerja agar device driver keluar dari state blocked.

Device Drivers
Seluruh kode device dependent terletak di device driver. Tiap device driver menangani satu tipe/satu kelas device. Tugas dari device driver untuk menerima permintaan abstrak dari software device independent diatasnya dan melakukan layanan sesuai permintaan/mengeksekusinya.


Setiap device driver menangani satu tipe peralatan. Device driver bertugas
menerima permintaan abstrak perangkat lunak device independent di atasnya
dan melakukan layanan sesuai permintaan itu.
Mekanisme kerja device driver:
  • Menerjemahkan perintah-perintah abstrak menjadi perintah-perintah konkret.
  • Begitu telah dapat ditentukan perintah-perintah yang harus diberikan ke pengendali, device driver mulai menulis ke register-register pengendali peralatan.
  • Setelah operasi selesai dilakukan peralatan, device driver memeriksa kesalahan-kesalahan yang terjadi.
  • Jika semua berjalan baik, device driver melewatkan data ke perangkat lunak device independent.
  • Device melaporkan informasi status sebagai pelaporan kesalahan ke pemanggil.

Device-Independent I/O Software
I/O device-independent adalah software I/O yang tak bergantung pada perangkat keras.
Fungsi dari software I/O device-independent yang biasa dilakukan:

* Interface seragam untuk seluruh device-driver
* Penamaan device
* Proteksi device
* Memberi ukuran blok device agar bersifat device-independent
* Melakukan Buffering
* Alokasi penyimpanan pada blok devices
* Alokasi dan pelepasan dedicated devices
* Pelaporan kesalahan

User-Space I/O Software
Sebagian besar software I/O berada di dalam sistem operasi yang di link dengan user program. System call termasuk I/O, biasanya dalam bentuk prosedur (library procedures). Contoh : count = write(fd, buffer, nbytes)
I/O prosedur dengan level lebih tinggi. Contoh : printf (memformat output dahulu kemudian panggil write)
Yang tidak mempunyai library procedure. Contoh : spooling directory dan daemon (proses khusus) pada proses mencetak, transfer file, USENET.

Kata Kunci Manajemen I/O

Block-Oriented Device ( Perangkat Berorientasi Blok )
Yaitu perangkat berorientasi blok menyimpan informasi dan menukarkan (menerima/mengirim) informasi sebagai blok-blok berukuran tetap.

Character Stream Oriented Device ( Perangkat Berorientasi Aliran Karakter )
Yaitu perangkat yang mengantarkan atau menerima aliran karakter tanpa peduli membentuk sustu struktur blok.

Clock
Yaitu perangkat yang tidak termasuk dalam kategori block-oriented device dan character stream oriented device yang artinya tidak teralamati secara blok dan juga tidak menghasilkan atau menerima aliran karakter. Clock hanya menyebabkan interupsi pada interval-interval yang didefinisikan.

Memory-MappTebaled Screen
Yaitu perangkat yang tidak tergolong dalam kategori Block-Oriented device dan Character Stream Oriented device.

I/O Device Independence
Yaitu konsep dimana membuat perangkat lunak masukkan / keluaran yang tidak bergantung perangkat keras.

I/O Programmed ( Masukkan / Keluaran Terprogram ) / polling system
Yaitu perangakat masukkan atau keluaran yang dimana pada saat menangani permintaan, perangkat men-set bit status di register status perangkat. Perangkat tidak memberitahu ke pemproses saat tugas telah selesai dilakukan. Dan proses harus selalu memeriksa register status perangkat secara priodik dan melakukan tindakan berdasar status yang dibaca.

Interrupt Driven
Yaitu suatu teknik masukkan/keluaran dituntun interupsi yang mempunyai mekanisme kerja perangkat masukkan/keluaran untuk meningkatkan efesiensi pemproses.

DMA ( Direct Memory Access )
Yaitu perangkat masukkan atau keluaran yang dikendalikan oleh interupsi lebih efisien dibanding masukkan atau kleuaran terprogram, tapi masih memerlukan intervensi aktif pemproses untuk transfer data antara memory dan buffer perangkat masukkan atau keluaran.

Device Driver
Yaitu tempat kode perangkat ditempatkan, yang bertugas menerima permintaan abstrak perangkat lunak device-independent diatasnya dan melakukan layanan sesuai permintaan.

DMA Controller
Yaitu DMA yang mengatur pengiriman informasi atau mentransfer data yang diminta dari dan ke memori secara langsung tanpa melewati pemproses.

Intelegent Device
Yaitu perangkat masukkan atau keluaran yang berintelejen setelah pemproses mengendalikan perangkat tersebut secara langsung yang dimana dari perangkat yang sederhana dikendalikan oleh mikroprosessor menjadi perangkat yang berintelejen.

Uniform Naming ( Penamaan Yang seragam )
Yaitu salah satu masalah yang ada pada manajemen masukkan atau keluaran. Misalkan nama berkas atau perangkat adalah string atau integer, tidak bergantung pada perangkat sama sekali.

Asyncrhronous Transfer
Yaitu I/O yang dimana pemproses mulai teransfer dan mengabaikan untuk melakukan kerja lain sampai interupsi tiba.

Syncrhonous Transfer
Yaitu I/O yang dimana pemproses mulai transfer dan tidak mengabaikan kerja lain saat interupsi tiba. Program pemakai sangat lebih mudah ditulis jika operasi masukkan atau keluaran berorientasi blok. Setelah perintah read, program kemudian ditunda secara otomatis sampai data tersedia di buffer.

Sharable
Yaitu perangkat yang dapat dipakai bersama pada suatu saat contohnya disk.

Dedicated
Yaitu Perangkat yang hanya satu pemakai yang dibolehkan memakai pada suatu saat. Contohnya printer.

Interrupt Handler
Interupsi harus disembunyikan agar tidak terrlihat rutin berikutnya. Device driver di blocked saat perintah masukkan atau keluara diberikan dan menunggu interupsi. Ketika interupsi terjadi, procedure penanganan interupsi bekerja agar device driver keluar dari state blocked.

Reading Ahead atau anticipated input
Yaitu teknik dimana transfer masukkan dibuat ke buffer system, ketika transfer selesai proses memindahkan blok ke ruang pemakai dan segera meminta blok lain.

Line–at–a–time mode
Yaitu proses pemakai tidak perlu ditunda untuk masukkan atau keluaran kecuali proses secepatnya mengosongkan buffer ganda.

Byte–at–a–time mode
Yaitu buffer ganda tidak member keunggulan berarti atas buffer tunggal. Double buffering mengikuti model producer-consumer.

Manajemen Buffer

Terbagi menjadi 4 jenis manajemen yaitu:

Single Buffering


Gambar di atas menunjukkan struktur data dari buffer dalam bentuk yang sederhana, yang terdiri dari satu record per-block dan satu buffer per-berkas, dimana buffer ini berfungsi mengisikan permintaan dari sebuah program. Struktur buffer ini berisi sebuah pointer pada alamat awal & channel program untuk berkas.
Struktur dasar dari channel program untuk mengisi buffer adalah :
  • Tunggu instruksi READ dari program
  • Memberitahukan instruksi start I/O ke unit kontrol
  • Tunggu hingga buffer dikosongkan
  • Memberitahukan interupsi pada program sehingga dapat mulai membaca dari buffer
Masalah yang timbul di sini adalah pemakai program menganggur pada saat menunggu buffer diisi.

Anticipatory Buffering

Pendekatan lain yang dapat menghilangkan beberapa hal yang mungkin untuk menunggu CPU adalah dengan menggunakan Anticipatory Buffering.
Dengan anticipatory buffering, sistem kontrol I/O akan berusaha mendahulukan kebutuhan program akan data. Diusahakan agar buffer selalu penuh. Channel selalu menguji flag ini. Jika buffer mendekati kosong, karena pemakai program telah membaca isinya maka flag itu akan direset dan channel program akan menginitates pengisian kembali buffer.
Struktur dasar channel program untuk mengisi sebuah buffer dengan anticipatory buffer diperlihatkan pada gambar di bawah ini:




Double Buffering


Untuk mengurangi kemungkinan dari program menunggu, maka double buffer dapat digunakan. Dua dari tempat buffer yang ada, hanya satu yang ditetapkan untuk berkas.
Ide dasar dari double buffering adalah jika consumer mengosongkan salah satu buffer, maka producer dapat mengisikan ke dalam buffer yang lain, pada saat buffer pertama sudah kosong, maka buffer yang kedua harus dalam keadaan penuh. Kemudian consumer dapat mengkosongkan buffer yang kedua, pada saat producer mengisi buffer yang pertama, demikian seterusnya.




Three Buffers

pfill : yang menunjukkan buffer berikutnya akan diisi atau sedang diisi
pempty : yang menunjukkan buffer berikutnya akan dikosongkan atau sedang dikosongkan

Selasa, 08 Juni 2010

WANITA & HIJAB

Wanita Muslimah yang senantiasa sadar akan selalu memakai hijab (penutup) yang sesuai dengan ketentuan syari’at (agama). Menurut ketentuan syari’at pada diri wanita itu adalah merupakan aurat kecuali muka & kedua telapak tangan, maka untuk memenuhi ketentuan itu bagi wanita diperlukan memakai hijab.

Wanita Muslimah memakai hijab yang sesuai dengan ketentuan syari’at saat keluar dari rumah, yaitu mengenakan pakaian yang dapat menutup aurat, yang batasan-batasannya sudah ditentukan oleh Agama berdasarkan pada Al-Qur’an atau sunnah Rasulullah SAW.

Dalam Al-Qur’anul karim disinggung masalah hijab seperti dalam Q.S Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu & istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.

Dan juga dalam Q.S AN-NUR ayat 31 yang artinya:
Katakanlah kepada wanita yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang ( biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka,atau saudara laki-laki mereka,atau putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:
“Dua golongan dari penghuni neraka yang tidak pernah kulihat yang seperti mereka berdua, yaitu orang-orang yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi, yang dengan mencambuk itu mereka memukuli manusia, dan wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok dan bergoyang-goyang. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya. Sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan sekian lama & sekian lama.

Dan wanita Muslimah yang sadar, hendaknya dalam memakai hijab atau penutup bukan semata-mata karena ikut-ikutan atau karena takut terhadap bapak ustadznya atau pak gurunya & orang terdekatnya. Akan tetapi memakai hijab itu adalah merupakan tumbuk kesadaran dari dirinya masing-masing dan juga bukan karena ingin dilihat orang berpenampilan menarik. Dia harus memakai hijab dengan hati yang dipenuhi iman kepada Allah, bahwa hijab itu merupakan perintah dari Allah.

Dan dia harus sukarela meyakini bahwa memang itu merupakan aturan yang diturunkan Allah untuk melindungi wanita muslimah,mengangkat jati dirinya, menjauhkan dari cobaan yang menggelincirkan dari kehinaan dan jurang yang menyesatkan. Dengan begitu dia akan menerimanya dengan lapang dada dan jiwa yang dipenuhi sukarela, seperti yang dilakukan oleh para wanita Muhajirin & Anshar.

  • Hijab menurut Syari’at Islam
  • Hijab haruslah menutupi seluruh tubuh.
  • Harus terbuat dari bahan yang tebal dan tidak boleh yang tipis.
  • Hijab itu bukan pakaian yang dibubuhi minyak yang dapat membangkitkan gairah nafsu laki-laki.
  • Haruslah yang longgar & tidak berupa pakaian yang ketat atau yang sempit. Sebab kalau ketat & sempit bisa memperlihatkan bentuk tubuh. Sedang hal itu sangat tidak boleh.
  • Hijab tidak boleh berupa pakaian yang menyerupai pakaian laki-laki.

Pembeda Wanita Muslimah dari wanita lainnya
Ada dua karakteristik yang menjadi pembeda wanita muslimah dengan kelompok wanita lainnya.

Pertama:
Iman yang dalam kepada Allah diwujudkan dengan taat menjalankan perintah-Nya & sekuat tenaga menjauhi larangan-Nya.

Kedua:
Mempunyai keridhaan yang tulus terhadap apa pun yang terjadi pada alam semesta ini, dan nasibnya. Muslimah sejati mengetahui apa pun yang telah ditakdirkan menimpa seseorang tidak bisa dihindarkan, dan apa pun yang tidak terjadi tidak bisa dibuat untuk terjadi.
Segalanya terjadi menurut kehendak & keputusan Allah maka apa pun yang terjadi semua baik baginya. Jika sesuatu yang baik terjadi kepadanya,dia memuji kepada Allah, bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepadanya & jika sesuatu yang tidak baik terjadi kepadanya dia menghadapinya dengan kesabaran & ketabahan.

Rasulullah bersabda:
“Memang sangat menakjubkan keadaan orang mukmin itu, karena segala urusannya sangat baik baginya & itu tidak akan terjadi kecuali bagi seseorang yang beriman di mana bila mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka demikian itu sangat baik baginya, dan bila ia tertimpa kesusahan ia bersabar, maka demikian itu sangat baik baginya.” (HR.Muslim)

SABAR ADALAH CAHAYA

Makna dan hakikat sabar

Sabar berasal dari kata shabrahu ’anhu yashbiruhu yang artinya menahannya. Dan jika dikatakan shabrul insan ‘alal qatli berarti seseorang dalam menahan diri untuk dilempari hingga mati, karena al-qatlu sendiri artinya pembunuhan. Dan diantara asmaul husna juga ada nama Allah Ash-shabur (yang maha sabar) yang maksudnya bahwa Allah tidak tergesa-gesa untuk mengukum hambanya yang berbuat kesalahan dan dosa.

Sedang ash-shabru sendiri artinya habsunnafsi ‘anil jaza’I yaitu menahan diri dari keluh kesah. Dalam alqur’an Allah berfirman:
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru tuhannya dipagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya…”(al-kahfi:28).
Memahami dengan benar tentang kesabaran menjadi bagian yang sangat penting bagi setiap muslim, sebab hakikatnya agama ini terbagi menjadi dua bagian, bagian yang pertama adalah sabar dan bagian yang kedua adalah syukur.
Sebagaimana kedua hal tersebut juga merupakan dua sifat sejodoh yang dimiliki oleh dzat Allah swt.

Sifat yang Pertama adalah shabur dan sifat yang kedua adalah shakur.
Hakikatnya agama ini terbagi menjadi dua bagian, bagian yang pertama adalah sabar dan bagian yang kedua adalah syukur.

Maka dari itu,jika seseorang tidak mengetahui betul makna sabar & syukur berarti ia tidak memahami 2 bagian pokok keimanan. Dan melalaikan salah satu dari cabang tersebut berarti melalaikan salah satu cabang keimanan. Pada hal keimanan merupakan sarana yang mengantarkan seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka dari itu, memahami makna sabar sangatlah penting bagi setiap muslim.

Jika kita telusuri di dalam Al-Qur’an ada sekitar 70 tempat lebih kata sabar disebut. Secara umum, mayoritas derajat yang paling tinggi & paling banyak pahalanya di sisi Allah adalah pahala yang disandarkan pada kesabaran.

Diantaranya adalah Firman Allah :
“Dan sesungguhmya kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (An-Nahl : 96).
Dalam ayat yang lain Allah menerangkan bahwa pahala orang yang bersabar tanpa batas.

Allah berfirman :
“ Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (Az-Zumar : 10).
Dan masih banyak ayat lain yang menerangkan tentang keutamaan sabar & pahala yang dijanjikan atas orang yang bersabar.

Dalam banyak hadis Rasulullah SAW juga menjelaskan tentang keutamaan sabar & pengaruhnya.Diantaranya adalah hadis:
“Hendaklah engakau bersabar atas sesuatu yang tidak engkau sukai menimpamu, ia akan membawa banyak manfaat bagimu”. (HR Ahmad).

Keutamaan Sabar:
  • Sabar ibarat Kepala bagi badan
  • Sabar merupakan salah satu empat rukun kebahagiaan
  • Sabar termasuk akhlak paling Agung
  • Sabar merupakan pendekatan diri kepada Allah yang utama
  • Kesabaran meringankan penderitaan
  • Sabar adalah sifat para nabi
  • Dengan kesabaran seorang Da’i menjadi teladan
  • Sabar menghantarkan kepada pertolongan Allah
  • Sabar adalah separuh Iman
  • Sabar merupakan sebab untuk meraih kesempurnaan
  • Kesabaran merupakan sarana melatih diri
  • Sabar mempunyai kedudukan yang tinggi
  • Kebaikan dunia Akhirat bagi orang yang sabar

COMPACTATION

Compactation, yaitu mengatur kembali isi memori agar memori yang kosong diletakkan bersama di suatu bagian yang besar.

Compactation hanya dapat dilakukan apabila relokasi bersifat dinamis dan pengalamatan dilakukan pada saat proses dijalankan.

Jadi compactation bertujuan untuk:
  • SO memindahkan proses-proses sehingga mereka berdampingan
  • Time consuming dan membuang waktu CPU

STATIC PARTITION & DINAMIC PARTITION

Ada 2 cara pengaturan partisi pada sistem partisi banyak:

  1. Partisi tetap (static partition) adalah apabila memori dipartisi menjadi blok-blok yang ukurannya ditentukan dari awal. Terbagi lagi atas partisi tetap berukuran sama, dan partisi tetap berukuran berbeda.
  2. Partisi dinamis (dinamic partition) adalah memori dipartisi menjadi bagian-bagian dengan jumlah dan besar yang tidak tentu.

Monoprogramming - Multiprogramming

Monoprogramming

Sistem komputer hanya mengijinkan satu program per pemakai berjalan pada satu waktu. Manajemen memori yang paling sederhana, tanpa menggunakan swapping.

Multiprogramming
Suatu metode yang memungkinkan dua buah program atau lebih dijalankan secara serentak dalam sebuah komputer dan berbagai sumber daya dalam waktu yang berlainan.Konsep multiprogramming bisa diibaratkan sebagai pekerja yang tak hanya menangani satu pekerjaan,tetapi juga menangani pekerjaan lain,sehingga tak ada waktu yang terbuang.

Melayani banyak program yang tidak ada hubungannya satu sama lain dan dijalankan sekaligus dalam satu komputer yang sama.

Pelaksanaan instruksi yang diterapkan adalah:
- program dimuat ke dalam memori,
- program dijalankan sampai mengakses perangkat I/O,
- berpindah (switch) ke pekerjaan lain,
- langkah tersebut berulang terus menerus,
- untuk proses perpindahan (switching), dilaksanakan oleh software.

MEMORY MAYA & MEMORY NYATA

MEMORY MAYA (VIRTUAL MEMORY)

Didalam menejemen memori dengan system partisi statis dan system dinamis sudah dapat menyelesaikan masalah menejemen memori didalam banyak hal, tetapi masih memiliki kekurangan atau keterbatasan di dalam pengakses. Dimana keterbatasan akses hanya sebatas addres memori yang ada secara fisik (memori nyata).

Misalnya memori 64 MB maka addres maksimum yang dapat diakses hanya sebesar 64 MB saja. Pada hal banyak program yang akan diakses yang melebihi 64 MB. Untuk mengatasi hal tersebut agar kemampuan akses lebih besar lagi maka dibentuklah memori maya (yang pertama sekali di kemukakan oleh Fotheringham pada tahun 1961 untuk system komputer Atlas di Universitas Manchester, Inggris).

Dengan memori maya program yang besar tadi akan dapat diterapkan pada memori kecil saja, misalnya program 500 MB dapat ditempatkan secara maya di memori 64 MB. Untuk mengimplementasikan memori maya tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara:

1. Sistem Paging
2. Sistem Segmentasi
3. Sistem kombinasi Paging dan Segmentasi

Virtual memory (Memori maya):
"sistem operasi menyimpan bagian-bagian proses yang sedang digunakan di memori utama dan sisanya di disk"

MEMORY NYATA (MEMORY FISIK)

Memori fisik merupakan istilah generik yang merujuk pada media penyimpanan data sementara pada komputer. Setiap program dan data yang sedang diproses oleh prosesor akan disimpan di dalam memori fisik. Data yang disimpan dalam memori fisik bersifat sementara, karena data yang disimpan di dalamnya akan tersimpan selama komputer tersebut masih dialiri daya (dengan kata lain, komputer itu masih hidup). Ketika komputer itu direset atau dimatikan, data yang disimpan dalam memori fisik akan hilang. Oleh karena itulah, sebelum mematikan komputer, semua data yang belum disimpan ke dalam media penyimpanan permanen (umumnya bersifat media penyimpanan permanen berbasis disk, semacam hard disk atau floppy disk), sehingga data tersebut dapat dibuka kembali pada lain waktu.

Memori fisik umumnya diimplementasikan dalam bentuk Random Access Memory (RAM), yang bersifat dinamis (DRAM). Mengapa disebut Random Access, adalah karena akses terhadap lokasi-lokasi di dalamnya dapat dilakukan secara acak (random), bukan secara berurutan (sekuensial). Meskipun demikian, kata random access dalam RAM ini sering menjadi salah kaprah. Sebagai contoh, memori yang hanya dapat dibaca (ROM), juga dapat diakses secara random, tetapi ia dibedakan dengan RAM karena ROM dapat menyimpan data tanpa kebutuhan daya dan tidak dapat ditulisi sewaktu-waktu. Selain itu, hard disk yang juga merupakan salah satu media penyimpanan juga dapat diakses secara random, tapi ia tidak digolongkan ke dalam Random Access Memory.

Address Binding

Pengertian address binding adalah sebuah prosedur untuk menetapkan alamat fisik yang akan digunakan oleh program yang terdapat di dalam memori utama. Address binding yang dilakukan terhadap suatu program dapat dilakukan di 3 tahap yang berbeda, yaitu:

  • Compilation time. Pada tahap ini sebuah program pada awalnya akan menghasilkan alamat berupa simbol-simbol, kemudian simbol-simbol ini akan langsung diubah menjadi alamat absolut atau alamat fisik yang bersifat statik. Bila suatu saat terjadi pergeseran alamat dari program tersebut maka untuk mengembalikan ke alamat yang seharusnya dapat dilakukan kompilasi ulang. Contoh : file bertipe .com yang merupakan hasil dari kompilasi program

  • Load time. Pada tahap ini awalnya program menghasilkan alamat berupa simbol-simbol yang sifatnya acak (relative address), kemudian akan dilakukan penghitungan ulang agar program tersebut ditempatkan pada alamat yang dapat dialokasikan ulang (relocateble address). Singkatnya binding terjadi pada waktu program telah selesai di- load. Contoh: File bertipe .exe.

  • Execution time. Alamat bersifat relatif, binding akan dilakukan pada saat run time. Pada saat run time dibutuhkan bantuan hardware yaitu MMU (Memory Management Unit).





http://kambing.ui.ac.id/bebas/v06/Kuliah/SistemOperasi/BUKU/SistemOperasi-4.X-2/ch01s03.html

SWAPPING-OVERLAY

OVERLAY
Sebuah proses dapat lebih besar daripada jumlah memori yang dialokasikan untuk proses, teknik overlay biasanya digunakan untuk kasus ini. Teknik Overlay biasanya digunakan untuk memungkinkan sebuah proses mempunyai jumlah yang lebih besar dari memori fisik daripada alokasi memori yang diperuntukkan. Ide dari overlay adalah menyimpan di memori hanya instruksi dan data yang diperlukan pada satu waktu. Jika intruksi lain diperlukan, maka instruksi tersebut diletakkan di ruang memori menggantikan instruksi yang tidak digunakan lagi.

SWAPPING

Sebuah proses harus berada di memori untuk dieksekusi. Proses juga dapat ditukar (swap) sementara keluar memori ke backing store dan kemudian dibawa kembali ke memori untuk melanjutkan eksekusi.
Backing store berupa disk besar dengan kecepatan tinggi yang cukup untuk meletakkan copy dari semua memory image untuk semua user, sistem juga harus menyediakan akses langsung ke memory image tersebut.
Jika proses mempunyai prioritas lebih tinggi datang dan meminta layanan, memori akan swap out proses dengan prioritas lebih rendah sehingga proses dengan prioritas lebih tinggi dapat di-load dan dieksekusi.
Umumnya sebuah proses yang di-swap out akan menukar kembali ke ruang memori yang sama dengan sebelumnya. Jika proses pengikatan dilakukan pada saat load-time, maka proses tidak dapat dipindah ke lokasi yang berbeda. Tetapi, jika pengikatan pada saat execution-time , maka kemungkinan proses ditukar ke ruang memori yang berbeda, karena alamat fisik dihitung selama waktu eksekusi.
Bila CPU scheduler memutuskan untuk mengeksekusi proses, OS memanggil dispatcher. Dispatcher memeriksa untuk melihat apakah proses selanjutnya pada ready queue ada di memori. Jika tidak dan tidak terdapat cukup memori bebas, maka dispatcher swap out sebuah proses yang ada di memori dan swap in proses tersebut. Kemudian reload register ke keadaan normal.

DINAMIC LOADING & DINAMIC LINKING

DINAMIC LOADING
Untuk memperoleh utilitas ruang memori, dapat menggunakan dynamic loading. Dengan dynamic loading, sebuah rutin tidak disimpan di memori sampai dipanggil. Semua rutin disimpan pada disk dalam format relocatable load.
Mekanisme dari dynamic loading adalah program utama di-load dahulu dan dieksekusi. Bila suatu routine perlu memanggil routine lain, routine yang dipanggil lebih dahulu diperiksa apakah rutin yang dipanggil sudah di-load. Jika tidak, relocatable linking loader dipanggil untuk me-load rutin yg diminta ke memori dan meng-ubah tabel alamat.
Keuntungan dari dynamic loading adalah rutin yang tidak digunakan tidak pernah di-load. Skema ini lebih berguna untuk kode dalam jumlah besar diperlukan untuk menangani kasus-kasus yang jarang terjadi seperti error routine. Dinamic loading tidak memerlukan dukungan khusus dari sistem operasi. Sistem operasi hanya perlu menyediakan beberapa rutin pustaka untuk implementasi dynamic loading.

DINAMIC LINKING

Sebagian besar sistem operasi hanya men-support static linking, dimana sistem library language diperlakukan seperti obyek modul yang lain dan dikombinasikan dengan loader ke dalam binary program image. Konsep dynamic linking sama dengan dynamic loading. Pada saat loading, linking ditunda sampai waktu eksekusi. Terdapat kode kecil yang disebut stub digunakan untuk meletakkan rutin library di memori dengan tepat. Stub diisi dengan alamat rutin dan mengeksekusi rutin. Sistem operasi perlu memeriksa apakah rutin berada di alamat memori.
Dinamic linking biasanya digunakan dengan sistem library, seperti language subroutine library. Tanpa fasilitas ini, semua program pada sistem perlu mempunyai copy dari library language di dalam executable image. Kebutuhan ini menghabiskan baik ruang disk maupun memori utama. Bagaimanapun, tidak seperti dynamic loading, dynamic linking membutuhkan beberapa dukungan dari sistem operasi, misalnya bila proses-proses di memori utama saling diproteksi, maka sistem operasi melakukan pengecekan apakah rutin yang diminta berada diluar ruang alamat. Beberapa proses diijinkan untuk mengakses memori pada alamat yang sama. File dynamic linking berekstensi .dll, .sys atau .drv.